Sidoarjo, pcisnusidoarjo.org
Bertempat di Masjid KH. M. Hasyim Asya’ari Kompleks Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA), Kamis (28/3) digelar Seminar Nuzulul Qur’an bertemakan Tadarrus Ayat-ayat Moderasi Beragama. Kegiatan ini menghadirkan Instruktur Nasional Penguatan Moderasi Beragama Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I yang juga Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU Sidoarjo) sebagai narasumber satu. Sedangkan Narasumber dua Gus Arisy Karomy, Instruktur Nasional PKPNU yang juga Kepala UPT Pengkajian Islam dan Keaswajaan. Selaku moderator Dr. Rangga, S.S.A.P., M.Pd.I.

Kegiatan dibuka oleh Rektor Unusida Dr. H. Fatkul Anam, M. Si. Dalam sambutannya, Alumni inspiratif UNESA tersebut menyebutkan, bahwa Moderasi Beragama (MB) baik ini baik untuk keutuhan NKRI. Nahdlatul Ulama dalam hal ini secara implementatif sudah mempraktikkan nilai-nilai moderasi beragama. “Terkait dengan ini kami sudah diundang dalam Rakor di Jakarta, tinggal bagaimana teknisnya, tapi saya yakin ini sesuatu yang positif”, ujar Dewan Ahli PC ISNU Sidoarjo dan pengurus PW ISNU Jawa Timur tersebut.

Sejalan dengan Pak Anam, Gus Arisy memgungkapkan, nilai-nilai Moderasi Beragama seperti tawazun, i’tidal, tawassuth, dan tasamuh. Gus Arisy juga mengidentifikasi ayat ayat Moderasi Beragama. Seperti Q.S. Al Baqarah, 143 dan beberapa fakta sejarah termasuk tentang Piagam Madinah yang menunjukkan kala itu nabi sudah mempraktikkan MB.

Sementara itu, Dr. Sholehuddin yang juga Dosen Aswaja sekaligus Sekretaris Badan Pelaksana Penyelenggara Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (BPP UNUSIDA) itu menyampaikan pentingnya Penguatan Moderasi Beragama (PMB) dan implementasinya pada Tri Darma Perguruan Tinggi. Menurut Widyaiswara Balai Dilklat Keagamaan Surabaya tersebut, bahwa bangsa Indonesia saat ini menghadapi tiga tantangan bermasyarakat, berbangsa dan beragama. Berkembangnya masyarakat beragama secara eksatrim dan mengesampingkan nilai kemanusian, klaim kebenaran subyektif dan pemaksaan tafsir keagamaan, serta semangat beragama yang tidak sejalan dengan kecintaan terhadap NKRI.

Tantangan tersebut menurut dosen IAI Al Khoziny itu bermula dari pengalaman setiap manusia yang selalu berbeda, sehingga cara beragama juga berbeda. Agar berpikiran terbuka, diperlukan seleksi data, memaknai, menyimpulkan dan meyakini. Tetapi yang tidak kalah penting, setiap tahap ini diperlukan putaran refleksi dan refleksi belajar. Untuk menghasilkan keputusan secara benar, harus dihindari bias kognitif yang berupa egosentris.

Sekretaris Komisi Fatwa DP MUI Sidoarjo tersebut selanjutnya mengurai makna MB. Bahwa intinya MB adalah cara pandang, sikap dan praktik beragama yang mengejawantahkan esensi ajaran agama dengan mengedepankan nilai kemanusiaan, keadilan, berimbang, menaati konstitusi yang sudah menjadi kesepakatan bersama. Nilai-nilai tersebut sudah ada di dalam Al Quran dan sudah lama dipraktikkan dalam kehidupan terutama sebagai warga nahdliyin.

Meski demikian, sebagai bangsa teyap harus waspada atas segala hal terburuk yang bisa memecah belah bangsa. Sebab, ada dua arus yang terus berlawanan, antara ekslusif legal formalistik dan substantif inklusif. Dorongan ini bisa saja memperkuat kehidupan yang semula toleran menjadi intoleran dan sebaliknya. Dalam teori Gunung Es, kata majelis pakar Dewan Masjid Indonesia Sidoarjo itu, setiap tidakan kekerasan atas nama agama, selalu dipicu pola trend, sistem struktur dan mental model.
Maka, dunia kampus harus melakukan antitesa dengan mengubah mental model baru, meredesaining dan memastikan kembali kebiasaan baik yang sudah ada untuk mencapai negeri yang damai. Semua itu bersumber dari Al Quran. Bahwa manusia diciptakan berbeda merupakan keniscyaan karena sudah menjadi kehendak Allah agar sesama umat saling mengenal, menghormati dan menjadi umat terbaik. “Di sinilah mengapa Tri Darma Perguruan Tinggi harus hadir. UNUSIDA harus menjadi pioner mengarusutamakan Moderasi Beragama melalui pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat”, pungkasnya.

Pewarta: Kholid F.

By Admin

One thought on “Sinergi UPT PIK UNUSIDA – ISNU SidoarjoDalam Tadarrus Ayat-ayat Moderasi Beragama”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
RSS
Follow by Email
Instagram
Telegram
WhatsApp