Sidoarjo, isnusidoarjo.org.
Bertempat di Meeting Room Lt. 5 Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Sodoarjo (UNUSIDA), Sabtu (1/6 2024) digelar Talk Show. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2024 sekaligus menyongsong 10 Tahun Harlah UNUSIDA. Kegiatan berkat kerjasa antara Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Islam dan Keaswajaan (UPT PIK) UNUSIDA dengan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Sidoarjo didukung beberapa elemen kepemudaan Sidoarjo.

Menurut panitia yang juga Kepala UPT PIK Muhammad Arisy Karomy, kegiatan ini digelar dalam rangka dua monent yakni Hrlah Pancasila dan UNUSIDA.
Menurut Wakil Katib PCNU Sidoarjo itu, sengaja tidak melibatkan banyak massa, hanya perwakilan Ormas Kepemudaan dan omawa. “Meski kecil tapi kita berharap seperti Panitia Penyelenggara Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang ternyata mampu mengantarkan bangsa yang besar” ujarnya. Dari forum ini diharapkan sumbangsih pemikiran anak-anak muda dalam menerapkan nilai Pancasila.

Sementara itu Wakil Rektor 1 UNUSIDA Hadi Ismanto mewakili rektor yang berhalangan (pengukuhan forum rektor di Yogyakarta) mengapresiasi kegiatan yang digelar UPT PIK bersama ISNU ini. Apa lagi didahului dengan lomba penulisan essay tingkat nasional tentang tokoh penggerak Pancasila, ini menjadi poin tersendiri bagi UNUSIDA.

Dalam pengantarnya, moderator Dr. Rangga Sa’dillah mengungkapkan, keterlibatan pemuda dalam Harlah Pancasila agar lebih fresh menuju Pancasila go internasional. Menurut dosen Aswaja UNUSIDA tersebut, konflik dunia seperti yang terjadi saat ini butuh kesepakatan dan Indonesia dalam hal ini sudah membuktikannya.

Sebagai keynote speaker atau pemantik Ketua PC ISNU Sidoarjo Dr. Sholehuddin. Sedangkan sebagai peserta aktif adalah seluruh perwakilan dari 14 lembaga yang diundang seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAl Khoziny dan UNUSIDA sekaligus mewakil KOPRI PMII, Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Fatayat NU, Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU). Selain dari internal NU hadir pula dari luar seperti Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM), Karang Taruna (Kartar) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Dalam pengantarnya, Sholehuddin menyatakan, negara besar bukan karena didukung pasukan yang kuat dan peralatan yang canggih semata. Atau karena negara itu hanya dihuni satu agama atau aliran dan etnis tapi kemampuannya mengelola keberagaman. Indonesia bisa bertahan dan menjadi negara besar bahkan bisa menjadi kiblat peraraban dunia karena mampu mengelola keberagaman.

Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya yang juga Instruktur Nasional Penguatan Moderasi Beragama itu memberikan beberapa contoh, seperti Kegiatan “Culture Camp” mahasiswa asing di UNUSIDA dan Live in Pondok Mambaul Hikam Jombang mahasiswa “Ateneo University of Manila” beberapa waktu lalu sebagai bukti Indonesia saat ini menjadi rujukan dunia dalam membangun peradaban berbasis keberagamaan dalam mengelola keberagaman. Itu tidak lepas dari nilai Pancasila sebagai falsafah bangsa.

Para pendiri bangsa menurut Sekretaris Badan Pelaksana Penyelenggara UNUSIDA itu memilih Pancasila sebagai dasar negara bukan karena kebetulan tapi berdasarkan kesepakan. “Karena itu, Indonesia bukan negara agama (Islam) tapi darul ‘mitsaq’ atau Muhammadiyah mengistilahkan ‘Darul Halli wal ‘ahdi’. Bukan Darul Islam tapi Darussalam”, cetus Sekretaris Komisi Fatwa MUI Sidoarjo dan Dosen Al Khoziny tersebut.

Yang tidak kalah menarik, beberapa pandangan dari peserta. IPM misalnya isu Pancasila menjadi grand desain Ikatan Pemuda Muhammadiyah. Ketua yang baru ini juga menanyakan kualitas implementasi Pancasila di tataran Sidoarjo khususnya.
Agak kritis dari IPNU. Menurutnya Pancasila masih berupa butir, belum banyak diamalkan. Bagaimana keadilan dan kesetaraan yang masih belum dirasakan semua pihak. Ia pun ingin melontar pertanyaan bagaimana menjadikan Pancasila menjadi Go internasional. Sedangkan dari IPPNU menyoroti obyek Pancasila. Kendala yang dihadapi milenial saat ini adalah Gadget dan (kenakalan remaja) balap liar di bebetapa titik. Ini perlu dilakukan pendekatan yang tepat.

Sementara itu, dari Kartar dan KNPI menyatakan perlunya kolaborasi dan gotong-royong. “Kita ini berbeda organusasi tapi bisa kolaborasi”, ujar perwakilan Karang Taruna. KNPI sebagai wadah semua ormas kepemudaan siap bergotong-royong dalam membumikan Pancasila.

Dari Ormawa Unusia mengoroti gesekan yang terjadi di internal. “Sama-sama Islam dan NU terjadi ‘gesekan'” ujarnya kritis. Dia mengajak untuk menampilkan kreatifitas dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila. BEM Al-Khoziny yang hadir memberikan pandangan pentingnya strategi yang kualitas dalam implemntasi Pancasila “Diperlukan perencncanaan yang matang dan pelaksanaan secara terukur. Dia memberikan contoh seperti penggunaan medsos dalam pendidika karakter. Sosialisasi aktif dan role model, serta kolaborasi dengan lmbaga lain dalam upaya Internalisasi Pancasila secara kultural sangat diperlukan.

Pada akhir sesi curah pendapat, Fatayat yang mewakili ibu-ibu (muda). Digitalisasi saat ini menjadi tantangan anak-anak muda. Pendidikan formal melalui kurikulum memang sudah mengarahkan pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) belum cukup. Maka, perlu dikembangkan dengan cara lain seperti membuat konten kreatif. Sementara GP Ansor menginginkan strategi penguatan falsafah yang persatukan bangsa. “Bagaimana itu?”, tanyanya.

Serahkan Hadiah Lomba Essay
Sebagai rangkaian Harlah Pancasila dan UNUSIDA adalah lomba menulis Essay bertopik Tokoh Penggerak Pacasila di sekitar tempat tinggal. Tidak kurang dari 25 tulisan yang masuk dari berbagai daerah seperti. Berdasarkan penilaian dewan juri, terpilih tiga juara 1, 2 dan 3 serta tiga harapan 1, 2 dan 3. Para pemenang mendapatkan hadiah uang pembinaan dari ISNU dan UNUSIDA serta sertifikat (termasuk semua peserta). Diantara pemenang juara 1, 2 dan 3 adalah Nakhwa Stabita Syafi’, Afifahtur Rachmadina, Kholis Abdi Pamungkas. Sedangkan juara harapan meliputi Didik Gatot Pranoto Hadi, Keyla Shafa Ussamawati dan Devita Bayu Anggraini (Fhm).

By Admin

One thought on “Peringati Harlah Pancasila, ISNU Sidoarjo Bersama UPT PIK UNUSIDA Gelar Talk Show”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
RSS
Follow by Email
Instagram
Telegram
WhatsApp