Surabaya – Pengurus Anak Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PAC ISNU) Kecamatan Taman menggelar Musyawarah Kerja (Musyker) di Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya, Sabtu (27/12). Kegiatan ini menjadi forum strategi untuk merumuskan arah kebijakan dan program kerja ISNU Taman yang responsif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam penguatan dakwah berbasis digital.
Musyawarah Kerja diawali dengan Dialog Interaktif bertema “Urgensi Dakwah Digital: Tantangan dan Peluang di Era Disrupsi”. Dialog ini menghadirkan narasumber H. Helmy M. Noor, Pengasuh Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya, serta Dr. Sholehuddin, M.Pd.I selaku Ketua PC ISNU Sidoarjo.

Dr. Sholehuddin, M.Pd mengungkapkan, saat ini dunia dakwah menghadapi tantangan, terutama bagi generasi digital. Menurutnya, pola keberagamaan generasi digital cenderung legal mindedness, textual oriented, dan puritanistik. “Karena itu dai’-da’i moderat dari kalangan sarjana santri harus mengikuti trend, mengisi ruang-ruang digital”, ujarnya.
Dia ceritakan, ketika mengelola website yang menampilkan 10 channel youtube da’i yang digandrungi anak muda, hasil survey itu menunjukkan sebagian besar bukan dari kalangan ulama pesantren, tapi kelompok garis keras. Akhirnya, berita itu diganti dengan versi Aswaja. Ini menunjukkan, secara umum da’i kalangan santri perlu mengubah cara dakwah (bil lisan), termasuk tulis (bil kitabah).
Ia juga menekankan peran strategis ISNU sebagai wadah intelektual NU dalam menjaga nalar keagamaan di era disrupsi. Ia mendorong agar dakwah digital tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga edukatif dan transformatif. “ISNU harus menjadi penggerak dakwah digital yang berbasis ilmu, etika, dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah,” tegasnya.
Sementara itu, dalam paparannya, H. Helmy M. Noor menegaskan bahwa dakwah digital merupakan keniscayaan di tengah perubahan sosial yang cepat. Menurutnya, pesantren dan organisasi keagamaan harus mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan nilai dan tradisi keilmuan Islam.
“Ruang digital hari ini adalah ruang terbentuknya kesadaran umat. Dakwah harus hadir dengan narasi yang mencerahkan, moderat, dan dihapuskan pada tradisi keilmuan,” ungkapnya.
Kegiatan dialog juga melibatkan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) Sidoarjo, sebagai bentuk kolaborasi lintas generasi dan disiplin keilmuan dalam penguatan dakwah digital.
Keterlibatan mahasiswa DKV UMAHA Sidoarjo dalam dialog dinilai strategis, khususnya dalam pengembangan konten dakwah visual dan kreatif. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan terkait strategi komunikasi digital, desain pesan dakwah, hingga pemanfaatan media sosial secara efektif dan beretika.
Ketua PAC ISNU Taman, M. Syarif Hidayatulloh, M.Pd.I, menyampaikan dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Musyawarah Kerja ini menjadi titik awal penguatan program-program unggulan organisasi. Ia menegaskan bahwa program unggulan yang akan menjadi ikon PAC ISNU Taman adalah Madrasah Digital.
“Madrasah Digital kami rancang sebagai ruang kaderisasi intelektual dan dakwah, yang mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan keterampilan digital. Ini adalah ikhtiar ISNU Taman untuk menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Musyawarah Kerja PAC ISNU Taman diharapkan mampu menghasilkan rumusan program kerja yang konkret, berkelanjutan, dan berdampak nyata, sekaligus memperkuat posisi ISNU sebagai kekuatan intelektual NU yang adaptif dan visioner di era digital.
