Masalah Sosial Jadi Perhatian Pemerintah, Ini Pesan Prof. Kamaruddin kepada Kader ISNU di Jatim

Prof. Kamaruddin menyampaikan taujihatnya di dampingi Wakil Ketua Umum PP ISNU Prof. Masud Said, Plt. Ketua PW ISNU Jatim Prof. Afif Hasbullah dan Sekretaris PW ISNU Jatim M. Dawud.

isnusidoarjo.org. Masalah Sosial dan ekonomi menjadi isu utama yang diangkat oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU), Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) III PW ISNU Jawa Timur yang digelar di Leedon Hotel & Suites Surabaya, Sabtu (18/4/2026). Momentum ini menjadi konsolidasi pusat dan wilayah sekaligus penguatan peran intelektual Nahdliyin dalam menjawab tantangan pembangunan bangsa terutama berkaitan isu-isu sosial.

‎Muskerwil III yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah ISNU Jawa Timur tersebut diikuti pengurus wilayah hingga cabang se-Jawa Timur, termasuk delegasi PC ISNU Kabupaten Sidoarjo yang dihadiri langsung Ketua Sholehuddin, Wakil Ketua Siti Nur Husnul, Bendahara Dewi Rahmawati dan Wakil Bendahara Arum Maftuchah.

Prof. Kamaruddin menyampaikan taujihatnya di dampingi Wakil Ketua Umum PP ISNU Prof. Masud Said, Plt. Ketua PW ISNU Jatim Prof. Afif Hasbullah dan Sekretaris PW ISNU Jatim M. Dawud.
Prof. Kamaruddin menyampaikan taujihatnya di dampingi Wakil Ketua Umum PP ISNU Prof. Masud Said, Plt. Ketua PW ISNU Jatim Prof. Afif Hasbullah dan Sekretaris PW ISNU Jatim M. Dawud.

Dalam arahannya, Kamaruddin Amin menekankan pentingnya transformasi peran ISNU dari sekadar organisasi keilmuan menjadi motor penggerak perubahan sosial. “Kita harus menjadi versi terbaik dari diri kita. Kualitas ilmu harus diterjemahkan dalam bentuk dampak dan kebermanfaatan untuk bangsa dan negara”, tegasnya.

‎Ketua Umum yang juga Sekjen Kemenag RI itu menegaskan bahwa ISNU tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika pembangunan nasional. Menurutnya, organisasi ini harus tampil sebagai pemain yang berkontribusi nyata, khususnya dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan ketahanan sosial.

‎“ISNU harus berdaya dan berdampak. Pendidikan menjadi acuan utama kemajuan negara. Kita harus responsif terhadap isu-isu aktual, mulai dari perubahan iklim, geopolitik, hingga persoalan sosial di masyarakat”, lanjutnya.

Ratusan pemgurus PW ISNU Jatim dan PC ISNU se-Jatim mengikuti Musykerwil
Ratusan pemgurus PW ISNU Jatim dan PC ISNU se-Jatim mengikuti Musykerwil

‎Dalam konteks pembangunan nasional, Kamaruddin juga menyoroti pentingnya pertumbuhan ekonomi sebagai fondasi kesejahteraan. Dirinya mengungkapkan bahwa masih terdapat persoalan kemiskinan ekstrem dengan pendapatan sekitar Rp. 11.000 per hari yang berdampak pada tingginya angka stunting di Indonesia. Oleh karena itu, program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai perlu didukung oleh berbagai elemen, termasuk ISNU.

‎Selain itu, Prof. Kamaruddin juga mengangkat isu sosial lain, seperti tingginya angka perceraian yang mencapai sekitar 35 persen, dengan 70 persen terjadi pada usia pernikahan di bawah lima tahun. Faktor ekonomi dan rendahnya literasi keuangan menjadi penyebab dominan. Karena itu ISNU didorong mengambil peran sentral dalam edukasi masyarakat. “Pesantren dan kader ISNU harus memiliki wawasan luas, tidak hanya keagamaan, tetapi juga ketatanegaraan, literasi keuangan, serta pemahaman lingkungan sosial dengan cara berpikir yang lebih horizon”, imbuhnya.

Delegasi PC ISNU Sidoarjo Sholehuudin, Siti Nur Husnul, Dewi Rahmawati dan Khoirum Maftuchah
Delegasi PC ISNU Sidoarjo Sholehuudin, Siti Nur Husnul, Dewi Rahmawati dan Khoirum Maftuchah

‎Kegiatan ini juga diisi dengan dialog interaktif antara pengurus wilayah dan cabang, termasuk penyampaian usulan terkait isu-isu strategis seperti stunting dan implementasi program MBG di daerah. Melalui forum Muskerwil ini, PC ISNU Kabupaten Sidoarjo berkomitmen memperkuat sinergi dan menghadirkan program-program yang berdampak nyata. Sholehuddin selaku ketua PC ISNU Sidoarjo menyatakan, selama ini sinergi dengan pihak-pihak terkait termasuk Kemenag sudah berjalan baik. Ia juga menyampaikan problem regulasi yang terkadang muncul antara Kemenag dan pemerintah daerah terutama bidang pendidikan madrasah. Ini yang perlu dicari jalan keluar melalui kajian kebijakan para ahli di ISNU.

Ketum PP ISNU Prof. Kamaruddin didampingi Plt. Ketua PW ISNU Jatim Prof. Afif dan Kabag TU Kanwil H. Syaikhul Hadi bersama Ketua PC ISNU Sidoarjo Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I
Ketum PP ISNU Prof. Kamaruddin didampingi Plt. Ketua PW ISNU Jatim Prof. Afif dan Kabag TU Kanwil H. Syaikhul Hadi bersama Ketua PC ISNU Sidoarjo Dr. H. Sholehuddin, M.Pd.I

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Leave a Reply

ABOUT AUTHOR
ISNU SIDOARJO

ISNU Sidoarjo adalah wadah para sarjana NU yang berkomitmen pada ilmu, dakwah, dan pembangunan umat berbasis keislaman dan keindonesiaan

ADVERTISEMENT

Get fresh updates
about my life in your inbox

Our gallery